Giat Patroli Personil Polres Bandara Ngurah Rai Pantau SPBU Angkasa
Polres
Bandara- Seorang pria bernama Narimo, 57, didapati meninggal di Rawa TPA
Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kuta, Badung pada Sabtu (4/11) petang. Hal itu
menimpanya di sela-sela kegiatan menjaring ikan.
Kasat
Reskrim Iptu Rionson Ritonga seijin Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai
AKBP Ida Ayu Wikarniti, S.E. membenarkan kejadian itu. Dijelaskan, korban
menjaring ikan bersama temannya berinisial S, 53, di tempat kejadian perkara
(TKP) sekitar pukul 16.30.
Berselang
30 menit kemudian dua kuli bangunan itu menjalankan aktivitasnya, tiba-tiba
Narimo mengeluh capek. Lalu, pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur tersebut
berbaring di pinggir rawa. "Korban bilang kepada temannya akan
istirahat," ujarnya, Minggu (5/11).
Sementara
itu, S melanjutkan menjaring ikan. Beberapa saat kemudian, S istirahat dan
sempat merokok di sisi timur rawa. Berikutnya sekitar pukul 17.30, pria paro
baya itu pun menghampiri korban dan untuk membangunkannya.
Namun,
Narimo tidak bergerak atau merespon sama sekali. S khawatir akan hal tersebut
lantas meraba denyut nadi dan dada dari pria yang tinggal di kawasan Nusa Dua,
Kuta Selatan itu. Tak disangka ternyata denyut nadinya sudah tidak ada.
"Kondisi tubuh korban kala itu sudah terasa dingin," tambahnya.
Menyadari
kemungkinan Narimo telah meninggal dunia, saksi asal Klaten, Jawa Tengah ini
lalu memanggil orang-orang yang memancing di sekitar rawa. Setelah itu, korban
di angkat bersama-sama keluar dan dibaringkan di pinggir rawa sisi timur.
Selanjutnya,
peristiwa ini dilaporkan oleh S ke Sequriti Angkasa Pura dan diteruskan ke
Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Dari hasil pemeriksaan luar terhadap
jenazah Narimo dan Olah TKP oleh Sat Reskrim, tidak ditemukan luka kekerasan
apapun.
"Sehingga,
penyebab korban meninggal diduga karena sakit," ucapnya. Berikutnya
jenazah Narimo dievakuasi menuju ke RS Prof Ngoerah Denpasar untuk pemeriksaan
lebih lanjut. Dari penelusuran, diketahui bahwa korban tinggal di Bali hanya
seorang diri tanpa ada keluarga. (hms23)
Komentar
Posting Komentar